TANGERANG - TPS milik Management Ciputra Residence (CitraRaya) saat ini siap bertransformasi menjadi tempat pengelolaan sampah menggunakan metode controlled landfill untuk mengelola sampah eksisting. Pengelolaan sampah menggunakan metode ini merupakan pengelolaan sampah secara teratur dan terkontrol yang ramah lingkungan.
Pengelolaan TPS CitraRaya Tangerang selama ini bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang dalam pengangkutan sampahnya menuju TPA Jariwaringin Mauk.
GM Estate Management PT Ciputra Residence (CitraRaya), Meita Mediawati, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dengan metode controlled landfill ini perencanaannya sudah dimulai sejak 2025, dan saat ini sedang dalam persiapan lelang. Ia berharap pada Agustus 2026 ini sudah bisa berjalan.
Meita juga mengungkapkan, dalam pengelolaan sampah ini, selain menggunakan metode controlled landfill untuk mengelola sampah eksisting, untuk pengurangan sampah organik digunakan maggot (larva BSF) serta diolah menjadi kompos. Adapun sampah yang baru diangkut dari sumber rencananya akan diolah dengan memanfaatkan teknologi RDF yang rencananya akan dibangun, namun karena pengelolaan sampah ini menggunakan dana swasta maka dalam pengaplikasiannya akan dilakukan secara bertahap dengan harapan TPS ini mampu mereduksi dan mengolah sampah berbasis masyarakat dengan konsep tempat pengolahan sampah terpadu reduce, reuse, recycle (TPST3R).
"Penanganan sampah menjadi konsen kami. Kami berharap, pengelolaan sampah mengunakan metode controlled landfill ini, bisa menjadi solusi dalam menanggani persoalan sampah, terutama di lingkungan CitraRaya, " ujar Meita Mediawati, Selasa (21/04/26)
Dan, terkait terjadinya timbulan sampah eksisting di TPS Citraraya yang saat ini terjadi, menurut Meita, merupakan akumulasi sampah yang tidak terangkut oleh mobil pengangkutan milik DLHK Kabupaten Tangerang selama kurang lebih sembilan tahun dimana tidak ada keseimbangan antara jumlah volume sampah dengan pengangkutan setiap harinya.
Sementara itu, Budiartho Saada, ST., MT. IPM, konsultan yang ditunjuk oleh CitraRaya dalam menyusun konsep pengelolaan sampah menggunakan metode controlled landfill tersebut, menjelaskan bahwa metode ini menjadi jembatan yang baik dalam penanganan sampah secara open dumping menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan terstandar.
Budiartho juga mengungkapkan, pengelolaan sampah dengan menggunakan metode controlled landfill memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah karena lebih higienis dan sehat.
Dalam metode ini, sampah ditimbun dan ditutup dengan tanah secara berkala, sehingga mengurangi bau tidak sedap secara signifikan. Hal ini juga akan menghambat perkembangbiakan hama seperti lalat, tikus, dan nyamuk yang bisa menjadi sumber penyakit. Hal ini tentu saja akan mengurangi risiko penyebaran penyakit menular dan kontaminasi langsung terhadap masyarakat sekitar.
Keunggulan lain pengelolaan sampah dengan menggunakan metode controlled landfill ini, menurut Budiartho, mencegah pencemaran lingkungan. Karena, metode ini dilengkapi dengan sistem pengelolaan air lindi (leachate) dan drainase yang baik, sehingga mencegah air kotor dari sampah meresap ke dalam tanah dan mencemari air tanah. Metode controlled landfill juga dilengkapi dengan saluran pembuangan gas hasil pembusukan sampah untuk mengurangi risiko ledakan atau polusi udara.
Metode controlled landfill yang akan diterapkan di TPS CitraRaya ini lebih efesiensi terhadap pemanfaatan lahan yang digunakan dalam pengelolaan sampah tersebut.
Dalam metode ini sampah akan diratakan dan dipadatkan menggunakan alat berat, sehingga penggunaan lahan menjadi lebih efisien. Sampah menjadi lebih kecil dan kapasitas lahan tempat pengelolaan sampah, baik TPS maupun TPA, bisa bertahan lebih lama dibandingkan sistem buang langsung.
Dan, ketika metode ini dijalankan, sampah-sampah lama di TPS CitraRaya yang hingga saat ini belum bisa terangkut secara maksimal ke TPA Jatiwaringin akibat keterbatasan armada pengangkutan, volumenya akan semakin mengecil.
"Metode ini lebih mudah diterapkan dan lebih ekonomis. Karena, controlled landfill memiliki biaya operasional yang lebih rendah dan teknologinya tidak terlalu rumit. Sehingga sangat cocok diterapkan di daerah atau kota yang belum memiliki anggaran besar atau SDM yang sangat ahli sekalipun.
Terkait progres perencanaan pengelolaan sampah dengan menggunakan metode controlled landfill ini, kata Budiartho, sudah dilakukan sejak 2025 lalu. Saat ini pihaknya sudah menyusun dokumen lelang, yang rencananya akan dilakukan pada Mei 2026 mendatang. Sehingga, dalam waktu dekat, pengelolaan sampah di TPS CitraRaya dengan menggunakan metode controlled landfill ini sudah bisa dilakukan.
"Target kami, Agustus 2026 ini sudah berjalan. Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga proyek dalam menyelesaikan tahapan-tahapan seperti sistem drainase, termasuk instalasi pemasangan pipa pengumpul air lindi dan saluran gas, tidak menemui banyak kendala. Karena, kendala paling utama ini memang kalau cuaca hujan, " tandasnya. (Spyn).

Updates.