Jakarta - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Zumroh Galipat Grosir menjadi salah satu contoh pelaku usaha yang berhasil bangkit dari tekanan pandemi Covid-19. Usaha yang dirintis oleh Wahid Setiawan bersama istrinya, Zumroh, ini kini berkembang dan mampu melibatkan sekitar 30 tenaga kerja dalam operasionalnya.
Wahid mengungkapkan, pada tahun 2020 dirinya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di saat yang bersamaan dengan terhentinya usaha keluarga yang selama ini menjadi sumber penghasilan.
“Waktu itu kami benar-benar harus mulai dari nol. Tidak ada pemasukan, tapi kami sepakat untuk tetap mencoba, ” ujarnya.
Dengan modal terbatas, keduanya memulai usaha melalui penjualan berbasis daring. Berbekal pembelajaran secara otodidak di bidang pemasaran digital, mereka menjalankan usaha dari skala kecil yang dikelola sendiri.
Pada tahap awal, usaha tersebut hanya dijalankan oleh dua orang. Namun seiring waktu, pesanan mulai masuk dan kepercayaan konsumen meningkat. Hal itu mendorong pertumbuhan usaha hingga mampu memperluas jangkauan pasar ke berbagai daerah di Indonesia.

Saat ini, Zumroh Galipat Grosir tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja bagi puluhan orang. Pertumbuhan tersebut dinilai sebagai hasil dari konsistensi serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan pola ekonomi selama pandemi.
Perkembangan UMKM seperti ini sejalan dengan tren pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran yang semakin luas di Indonesia.
Perkembangan dan aktivitas usaha Zumroh Galipat Grosir dapat diikuti melalui media sosial resmi:
tiktok : https://www.tiktok.com/@zumrohgalipatgrosir354?_r=1&_t=ZS-95ulhfACbo4
FB:
https://www.facebook.com/share/1Q7ksLGTkU/
IG:
https://www.instagram.com/zumrohgalipatgrosir?igsh=cTI5aHF2anh6NzBv
WA ORDER:
0823-1284-9354
(Spyn).

Updates.